

Pulihkan Alam, Hidupkan Harapan
Di kaki indah Danau Maninjau, berdiri Nagari Sungai Batang - kampung kelahiran ulama besar Indonesia, Buya Hamka. Negeri yang dahulu dikenal tenang, hijau, dan penuh nilai-nilai kehidupan itu kini menghadapi luka mendalam akibat bencana galodo, longsor, banjir, dan kerusakan lingkungan yang terus mengancam kehidupan masyarakat.
Curah hujan tinggi yang melanda kawasan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, memicu galodo dan longsor yang membawa material lumpur, kayu, dan bebatuan besar hingga menutup akses jalan dan merusak kawasan pemukiman masyarakat sektiar Danau Maninjau. Ribuan rumah rusak, dan beberapa warga meninggal dunia.
Bencana datang silih berganti tidak hanya merusak alam, tetapi juga memukul ekonomi warga. Banyak masyarakat kehilangan sumber penghidupan, terutama petani, peternak, nelayan, dan pelaku usaha kecil di sekitar danau.
Danau Maninjau sendiri telah mengalami tekanan ekologis serius dalam beberapa tahun terakhir. Dinas Perikanan Kabupaten Agam mencatat kematian ikan di Danau Maninjau pernah mencapai hampir 1.000 ton akibat gangguan kualitas air dan cuaca ekstrem. Di Nagari Sungai Batang saja, tercatat sekitar 50 ton ikan mati yang berdampak langsung terhadap penghasilan masyarakat.
Di tengah situasi tersebut, masyarakat Nagari Sungai Batang tetap bertahan. Mereka berjuang memulihkan kampung halaman, menjaga warisan Buya Hamka, dan menghidupkan kembali harapan generasi masa depan.
Karena itu, Green Waqf mengajak masyarakat Indonesia iku ambil bagian dalam gerakan kebaikan abadi melalui program:
GREEN WAQF - RESTORASI KAMPUNG BUYA HAMKA
Program ini adalah gerakan sosial, sedekah, dan wakaf berbasis lingkungan dan pemberdayaan masyarakat untuk memulihkan kawasan Nagari Sungai Batang dan sekitarnya pasca bencana.
Donasi yang terkumpul akan digunakan untuk:
1. Restorasi Hutan dan Konservasi Alam
Menghidupkan kembali kawasan hijau sebagai penjaga sumber air, penguat ekosistem, dan pelindung dari ancaman longsor serta banjir.
2. Penanaman Pohon Produktif
Menanam pohon yang memberi manfaat ekonomi dan ekologis bagi masyarakat dalam jangka panjang.
3. Pemulihan Ekonomi Rakyat
Mendampingi masyarakat melalui pelatihan usaha, peningkatan kapasitas, penguatan UMKM, pertanian, dan ekonomi berbasis komunitas.
4. Penyediaan Fasilitas Air Bersih
Membantu akses air bersih yang layak untuk kesehatan dan keberlangsungan hidup warga.
5. Pengembangan Pariwisara Halal Berbasis Wakaf
Mengembangkan kawasan wisata ramah muslim berbasis budaya, alam, dan nilai-nilai Islam sebagai sumber ekonomi berkelanjutan masyarakat. Program ini juga telah didorong melalui kolaborasi Lembaga Wakaf MUI dan Bank Indonesia di kawasan Danau Maninjau, membangun gedung Rumah Gadang sebagai pusat pengembangan pariwisata halal. Didukung oleh Wali Nagari Sungai Batang, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Nagari Sungai Batang serta tokoh adat dan masyarakat setempat. Rumah Gadang itu dibangun di atas lahan wakaf keluarga besar Buya AR Sutan Mansur - Hajah Fatimah Karim Amrullah (kakak kandung Buya Hamka). Rumah ini juga menjadi tempat singgah penyintas bencana galodo. Beberapa keluarga tinggal sementara selama masa bencana dan pemulihan.
Kenapa Program Ini Penting?
Karena bencana tidak hanya menghancurkan rumah dan alam, tetapi juga meruntuhkan harapan masyarakat kecil.
Karena restorasi alam bukan hanya menanam pohon, tetapi menanam masa depan.
Karena wakaf bukan sekadar memberi hari ini, melainkan menghadirkan mafaat yang terus hidup untuk generasi mendatang.
Wakaf hari ini, warisan kehidupan untuk generasi esok.
Mari Jadi Bagian dari Kebaikan Abadi
Saat kita membantu memulihkan Kampung Buya Hamka, sesungguhnya kita sedang:
- menjaga alam ciptaan Allah,
- membantu masyarakat bangkit,
- menghadirkan ekonomi yang lebih berkeadilan,
- dan mewariskan harapan untuk anak cucu negeri.
Sebagaimana pesan Buya Hamka, mengutip hadist Rasulullah SAW: Sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.
Bersama Green Waqf, mari bangun kembali Nagari Sungai Batang.
Pulihkan alamnya. Bangkitkan masyarakatnya. Hidupkan harapannya.
Menjadi bagian Kebaikan Tumbuh Lestari, klik: Restorasi Kampung Buya Hamka .
PENJELASAN
- Donasi yang disalurkan melalui platform digital www.greenwaqf.id terdiri dari sedekah dan wakaf melalui uang.
- Bagi donasi senilai Rp. 1.000.000,- atau lebih akan mendapatkan Sertifikat Wakaf Melalui Uang dan pernyataan ikrar wakaf untuk program Restorasi Kampung Buya Hamka.
- Untuk donasi dibawah nilai tersebut merupakan sedekah yang dananya digunakan untuk program Green Waqf Restorasi Kampung Buya Hamka.
- Biaya transaksi pembayaran di luar nilai donasi, sedekah, dan wakaf, sebagai infak kepada mitra/penyelenggara pembayaran (payment gateway).
Semoga donasi, sedekah, dan wakaf kamu menjadi amal ibadah dan mendapatkan pahala berlimpah dari Allah SWT. Aamiin ya robbal alamin.
***
Lembaga Wakaf MUI berkolaborasi dengan Lembaga Pemuliaan Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam MUI (LPLH SDA MUI), Islamic Dakwah Fund (IsDF MUI), Emil Salim Institute, Yayasan Mitra Mikro, Insan Tani dan Nelayan Indonesia (INTANI), dan Arus Baru Indonesia (ARBI).
Hotline: 0811-22-555-11
